2026.01.29
Berita Industri
Dalam dunia perlengkapan dan pakaian luar ruangan yang terus berkembang, bahan yang digunakan untuk jaket dan jaket angin memainkan peran penting dalam memastikan kenyamanan dan perlindungan. Baik Anda seorang petualang yang menantang cuaca atau seseorang yang mencari perlindungan sehari-hari dari angin, memahami karakteristik kain tahan angin dan tahan cuaca sangatlah penting.
Saat memilih bahan untuk jas dan jaket angin, ada beberapa fitur utama yang perlu diingat: ketahanan terhadap angin, kemudahan bernapas, dan daya tahan. Kain tahan angin dirancang khusus untuk menghalangi angin, sekaligus memastikan pemakainya tetap nyaman melalui sirkulasi udara dan fleksibilitas. Kain ini sering kali merupakan campuran serat sintetis dan bahan alami, memberikan keseimbangan ideal antara performa dan kenyamanan.
Tahan Angin
Ciri utama kain tahan angin adalah kemampuannya mencegah angin menembus bahan. Kain tahan angin biasanya memiliki tenunan rapat atau lapisan laminasi yang menjaga udara tetap masuk, memberikan perlindungan dari angin dingin dan keras.
Pernafasan
Meskipun kain tahan angin sangat penting untuk mencegah unsur-unsur tersebut, bahan tersebut juga harus dapat menyerap keringat. Bahan kain yang memungkinkan kelembapan keluar sekaligus mencegah masuknya angin membantu menjaga pemakainya tetap kering dan nyaman selama beraktivitas fisik, sehingga mencegah penumpukan keringat.
Tahan Air
Banyak kain tahan angin juga tahan air atau kedap air, sehingga memberikan perlindungan baik dari angin maupun hujan. Fitur ini sangat bermanfaat bagi penggemar aktivitas luar ruangan yang mungkin menghadapi kondisi cuaca yang bervariasi selama beraktivitas.
Daya Tahan dan Fleksibilitas
Jaket dan mantel luar ruangan seringkali menghadapi kondisi yang sulit, sehingga ketahanan menjadi pertimbangan utama saat memilih bahan. Kain yang tahan abrasi, tahan sobek, dan mampu menahan kondisi luar ruangan yang berat akan menjamin umur panjang. Pada saat yang sama, fleksibilitas penting untuk kenyamanan, terutama saat melakukan gerakan aktif seperti hiking atau memanjat.
Properti Isolasi
Beberapa kain tahan angin dirancang dengan insulasi bawaan pada bahannya, sehingga memberikan kehangatan selain ketahanan terhadap angin dan air. Kain ini ideal untuk iklim dingin atau bagi mereka yang membutuhkan kehangatan ekstra saat beraktivitas di luar ruangan.
Ada beberapa jenis kain berbeda yang biasa digunakan dalam produksi mantel dan jaket tahan angin. Di bawah ini adalah perbandingan opsi populer:
| Jenis Kain | Tahan Angin | Pernafasan | Daya tahan | Ideal Untuk |
|---|---|---|---|---|
| Nilon | Tinggi | Sedang | Tinggi | Pakaian luar ruangan yang menyeluruh |
| Poliester | Sedang | Sedang | Tinggi | Jaket olahraga aktif |
| cangkang lunak | Tinggi | Tinggi | Sedang | Pakaian santai dan aktif |
| Bulu Penghenti Angin | Sangat Tinggi | Sedang | Tinggi | Jaket cuaca dingin |
| Kain Dilapisi Poliuretan | Sangat Tinggi | Rendah | Tinggi | Perlindungan air dan angin di lingkungan basah |
Nilon adalah kain yang populer untuk jaket tahan angin karena daya tahannya yang tinggi dan kemampuan bernapas yang moderat. Ini menawarkan ketahanan terhadap angin, sehingga cocok untuk berbagai kondisi luar ruangan. Kain nilon sering kali dibuat kedap air, sehingga ideal untuk digunakan dalam cuaca yang tidak terduga.
Poliester adalah kain lain yang banyak digunakan untuk jaket tahan angin. Meskipun ketahanan anginnya sedikit lebih rendah dibandingkan nilon, poliester unggul dalam menyerap kelembapan dan biasanya lebih terjangkau. Biasanya digunakan pada pakaian aktif dan jaket olahraga karena sifatnya yang ringan dan tahan lama.
Kain softshell sering digunakan pada jaket yang dirancang untuk pakaian santai di luar ruangan. Mereka menawarkan keseimbangan antara hambatan angin dan sirkulasi udara, menjadikannya ideal untuk aktivitas seperti hiking dan bersepeda. Jaket berbahan softshell juga cenderung lebih fleksibel sehingga memberikan kebebasan bergerak yang lebih besar dibandingkan dengan bahan yang lebih kaku.
Untuk iklim yang lebih dingin, bulu penahan angin adalah pilihan. Kain ini sangat tahan angin, memberikan perlindungan terhadap dingin. Meskipun bahan ini mungkin tidak memberikan tingkat sirkulasi udara yang sama seperti kain lainnya, sifat isolasinya membuatnya ideal untuk jaket musim dingin.
Kain berlapis poliuretan menawarkan tingkat ketahanan terhadap angin dan air. Bahan-bahan ini biasanya digunakan pada jaket yang dirancang untuk lingkungan yang sangat basah, seperti memancing atau jas hujan. Namun, bahan ini cenderung memiliki kemampuan bernapas yang lebih rendah, sehingga lebih cocok untuk situasi di mana tetap kering lebih penting daripada kenyamanan.
Saat memilih bahan yang tepat untuk jas dan jaket angin, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Hal ini mencakup tujuan penggunaan jaket, kondisi iklim, dan aktivitas penggunaan jaket tersebut. Berikut beberapa tip untuk memandu pemilihan kain Anda:
Pertimbangkan Iklim
Jika Anda berada di iklim yang dingin dan berangin, carilah kain dengan insulasi internal, seperti bulu penahan angin. Untuk kondisi hangat, kain ringan seperti nilon atau kulit lunak mungkin lebih cocok.
Jenis Aktivitas
Untuk aktivitas berintensitas tinggi seperti hiking atau bersepeda, bahan yang menyerap keringat dan fleksibel seperti kulit lembut atau poliester adalah pilihan yang ideal.
Kebutuhan Tahan Air
Jika Anda mengantisipasi paparan hujan atau salju, memilih kain yang kedap air selain tahan angin, seperti kain berlapis poliuretan, akan memberikan perlindungan lebih baik.
Memilih bahan tahan angin yang tepat untuk jas dan jaket sangat penting untuk kenyamanan, performa, dan perlindungan dalam aktivitas luar ruangan. Memahami karakteristik berbagai jenis kain, seperti hambatan angin, kemudahan bernapas, dan daya tahan, akan membantu Anda membuat keputusan berdasarkan kebutuhan spesifik dan kondisi yang akan Anda hadapi. Baik Anda mencari jaket ringan untuk pendakian musim semi atau mantel musim dingin yang berat, tersedia bahan yang dapat memenuhi setiap kebutuhan.
1. Bahan apa untuk jaket tahan angin?
Bahannya tergantung pada kebutuhan Anda, tetapi nilon adalah pilihan populer karena ketahanannya terhadap angin, daya tahan, dan sirkulasi udara yang moderat. Untuk lebih banyak fleksibilitas dan kenyamanan, kain softshell sangat bagus, menawarkan perlindungan angin yang baik sekaligus menjaga sirkulasi udara untuk pemakaian aktif.
2. Apakah kain softshell bagus untuk jaket tahan angin?
Ya, kain softshell menawarkan ketahanan angin dan sirkulasi udara yang baik, sehingga ideal untuk aktivitas aktif di luar ruangan seperti hiking dan bersepeda.
3. Apakah jaket tahan angin juga bisa tahan air?
Ya, banyak jaket tahan angin yang juga diperlakukan kedap air, menggunakan bahan seperti kain berlapis poliuretan untuk meningkatkan perlindungan.
4. Bagaimana cara merawat jaket tahan angin saya?
Kebanyakan jaket tahan angin dapat dicuci dengan mesin, namun penting untuk mengikuti petunjuk perawatan khusus pada bahan tersebut untuk menjaga ketahanan air dan sirkulasi udara.